Systemic and Integrated Approach
Di Era kemudian (setelah manajemen Sains), permasalahan riil (Real Problems) semakin kompleks. Pendekatan untuk pengambilan keputusan (Decision Making) tidak lagi bisa sekedar dengan mencari nilai optimal, tapi harus juga bisa diimplementasikan. Faktor penting yg menentukan adalah masuknya faktor manusia ke dalam sistem. Hal ini menjadikan unsur kualitatif dan uncertainty menjadi sangat signifikan.
Dalam pencarian solusinya, kemudian ada ketergantungan tinggi terhadap komputer. Hal ini terkait digunakannya simulasi sebagai metode. Salah satu sebabnya adalah keterbatasan penggunaan OR (harus kuantitatif dan terstruktur).
Tokoh pendukung:
1. Herbert Simon (Sosiolog)
Reference : Simon’s 3 activities/stages in Decision making.
Ketertarikan Simon terhadap komputer adalah agar komputer tidak hanya melakukan operasi hitungan transaksional. Tapi juga bisa membangkitkan pola. Salah satu tema yg menarik adalah penggunaan Artificial Intellegence.
2. Peter Drucker
Effective Decision Maker = haruslah memiliki Knowledge, Decision, Action, Togetherness.
Model Pengambilan Keputusan, dibagi:
1. Individu
2. Kelompok
Pendekatan Sistem untuk pengambilan keputusan perlu digunakan pendekatan sistem. Karena sistem melihat secara kesatuan, tidak parsial. Artinya ketika solusi yg dicari didasarkan model sistem maka hasil yg muncul diharapkan berupa optimal global (holistik, mencakup semua aspek yg diperhitungkan). Solusi yg diharapkan tersebut adalah yg “feasible best optimal”. Artinya tidak hanya solusi terbaik sesuai keterbatasan sumber daya (red: ini bedanya dengan Manajemen Sains yg hanya “best optimal”, tapi juga disertai bagaimana menerapkannya.



tehijaukiwi 5:45 pm on June 19, 2009 Permalink |
^^ hohooo… doh!! The peaceful Phlegmatic? are u? just couldn’t believe it hohoo
i thought that u’re a choleric hihiiyy
ok mr.peaceful hihii